Aktivis mahasiswa asal Kabupaten Pasaman, Fajar Ramadhan, menyerukan pentingnya menjadikan organisasi mahasiswa sebagai green flag-ruang yang sehat, berintegritas, dan benar-benar berpihak pada kepentingan mahasiswa serta masyarakat luas.
Menurut Fajar, organisasi mahasiswa memiliki peran strategis sebagai wadah pembentukan karakter, kesadaran kritis, dan keberanian bersikap. Namun, peran tersebut akan kehilangan makna apabila organisasi hanya dijadikan alat pencitraan, kepentingan elit, atau sarana ambisi pribadi.
“Organisasi mahasiswa harus menjadi green flag. Artinya, ia hadir sebagai ruang yang aman, jujur, transparan, dan berpihak pada nilai keadilan sosial, bukan sebaliknya,” tegas Fajar Ramadhan dalam keterangannya.
Ia menilai, di tengah berbagai persoalan bangsa mulai dari ketimpangan sosial, krisis lingkungan, hingga kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.
organisasi mahasiswa dituntut untuk kembali pada khittah perjuangan. Mahasiswa tidak boleh apatis atau terjebak pada seremonial tanpa substansi.
Fajar juga menekankan bahwa indikator organisasi mahasiswa yang green flag bukan diukur dari seberapa aktif di media sosial, melainkan dari keberanian mengawal isu, konsistensi gerakan, serta dampak nyata yang dirasakan oleh mahasiswa dan masyarakat.
“Kepercayaan tidak lahir dari slogan, tetapi dari sikap dan tindakan. Jika organisasi mahasiswa ingin tetap dipercaya, maka ia harus berani bersikap, menjaga integritas, dan berdiri bersama rakyat,” tambahnya.
Melalui seruan ini, Ia berharap organisasi mahasiswa dapat kembali menjadi kekuatan moral yang kritis, independen, dan berorientasi pada perubahan sosial yang berkeadilan.






